“Olivia, aku tidak menyangka kau ternyata wanita seperti itu. Aku membatalkan pertunangan kita!”
“Kami tahu semua desainmu adalah hasil plagiarisme! Keluar dari sini!”
Setelah melewati hari yang melelahkan di tempat kerja, Olivia pulang ke rumah dan mendapati tunangannya tiba-tiba membatalkan pertunangan mereka.
Tak hanya itu, saudara tirinya mengklaim semua desain miliknya sebagai hasil karyanya sendiri, sementara keluarga mertuanya mengusir Olivia dari rumah dan tokonya.
Setelah kehilangan segalanya, Olivia pergi ke ibu kota kerajaan sambil membawa surat rekomendasi yang ditinggalkan ayahnya.
Di ibu kota kerajaan, ia bekerja keras hingga akhirnya berhasil membuka tokonya sendiri.
Semuanya tampak berjalan dengan baik sampai ia menerima undangan pernikahan saudara tirinya dengan mantan tunangannya.
Dan entah mengapa, undangan tersebut disertai surat perintah dari penguasa kota.
(Aku tidak ingin pergi, tetapi aku tidak bisa menolaknya karena perbedaan status.)
Saat Olivia kebingungan menghadapi situasi tersebut, seorang pemuda yang merupakan temannya maju dan menawarkan diri untuk pergi bersamanya.
Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang telah berada di titik terendah dalam hidupnya, berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kembali apa yang telah direnggut darinya, sembari berjuang untuk menemukan kebahagiaan.