Liv Hamelsvoort, wanita yang menyandang julukan ‘Santa Palsu’ dan menjadi bahan tertawaan kalangan bangsawan karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada Duke Lartman. Tidak ada seorang pun yang mampu memahaminya, dan dia pun tidak mampu memahami mereka.
“Aku sedang menanggung cinta para dewa.”
Ada sebuah dunia yang tidak mungkin dipahami oleh manusia biasa.
“Siapa yang melukai anakku?”
“Apakah anakku tidak ada di dunia ini?”
“Aku tidak membutuhkan dunia yang tidak memiliki anak yang kucintai.”
Saat beban besar yang selama ini dia pikul akhirnya terungkap, kehidupan Liv pun mulai berubah.
“Aku akan mencintaimu di garis waktu mana pun, Yang Mulia.”
Liv merasa puas selama dia masih bisa terus mencintai. Namun jika dia ingin melindungi cinta itu, dia harus berubah; dunia seakan membisikkan hal itu kepadanya.