Setelah bertransmigrasi menjadi karakter penjahat figuran dalam sebuah game kencan yuri, Ryan hanya memiliki dua aturan untuk bertahan hidup.
1. Jauhkan diri sebisa mungkin dari para penyihir yang kelak akan mengguncang dunia.
2. Jangan pernah memancing amarah sang tokoh utama, seorang santa berambut emas yang akan muncul di masa depan.
Namun kenyataannya...
Calon Penyihir Iri kini berjongkok di sudut ruangan, terbata-bata mengeja huruf demi huruf yang ia ajarkan.
Putri Peri yang angkuh diam-diam mendatanginya di tengah malam untuk mengajukan sebuah kesepakatan berbahaya.
Putri Adipati Pedang menantangnya bertarung setiap minggu karena yakin bahwa mengalahkannya adalah tujuan hidupnya.
Sementara itu, Putri Kedua Kekaisaran yang paling bersinar diam-diam melingkari namanya dalam berkas intelijennya.
Ryan menatap dompetnya yang kosong, lalu melirik peringatan kematian yang terus berkedip di Mata Probabilitas sebelum menghela napas.
"Bukankah ini seharusnya game romansa yuri?"
"Jadi kenapa rasanya aku malah memainkan simulator membangun kekaisaran sekaligus membesarkan para penyihir?"