Setelah Ye Sheng terbunuh, ia akhirnya menyadari sebuah kenyataan.
Tertabrak truk tidak selalu berarti seseorang akan bertransmigrasi ke dunia lain dan menjadi pahlawan.
Bisa saja...
Ia justru terbangun di sebuah dunia pasca-apokaliptik yang dipenuhi kabut beracun dan radiasi.
Kedua orang tuanya telah meninggal.
Kini Ye Sheng hanyalah seorang gadis lemah yang tinggal di luar zona aman sebuah markas.
Sambil memegangi perutnya yang kelaparan, ia menggertakkan gigi.
"Bukankah ini cuma versi kiamat dari bertahan hidup di alam liar? Aku pasti bisa melewatinya."
Namun, gadis malang yang tanpa sengaja pernah ia selamatkan justru terus-menerus ingin naik ke tempat tidurnya.
"Hei, berhenti! Jangan lepaskan pakaianmu!"
Gadis itu berkulit putih, cantik, dan sangat manja.
Bagaikan peri yang turun dari langit, sulit sekali untuk ditolak.
Saat Ye Sheng mulai berpikir untuk berbagi separuh tempat tidurnya...
Ia tiba-tiba menyadari sesuatu.
Di markas beredar poster buronan kelas SSS.
Dan wajah rekan barunya...
Sangat mirip dengan salah satu buronan itu.