Keluarga Ebenkera dikenal sebagai keluarga yang hanya menghargai kekuatan.
Di antara saudara-saudaranya yang bahkan bisa mengunyah batu, Sigrin Ebenkera justru menyandang gelar memalukan sebagai si lemah dan si bodoh.
"Pergilah ke Akademi Panoplia di Kekaisaran Aurum. Semua proses pendaftaranmu sudah selesai."
Suatu hari, ayahnya yang merupakan bos mafia tiba-tiba berkata,
"Setelah lulus, cari pekerjaan yang layak dan segera mandiri."
"Meskipun aku menyayangimu, kau tetap menjadi beban bagi keluarga."
Bersamaan dengan perintah untuk meninggalkan keluarga.
"Aku tidak mau."
Saat membuka mata...
Sigrin mendapati dirinya telah berada di tengah laut.
Burung camar beterbangan di langit, sementara tempat tidurnya telah dipindahkan ke atas sebuah kapal pesiar.
"Putri kami!!! Kami mencintaimu!!! Jangan lupa makan yang teratur selama di Kekaisaran!!!"
"Hei!!! Jangan lupa bawakan oleh-oleh!!!"
"Noona, hiduplah dengan bahagia! Kau harus baik-baik saja di Kekaisaran!"
Sigrin buru-buru berlari ke tepi kapal dan berteriak,
"Kalian sedang bercanda, kan?!"
Saat ia kembali tidur dan bangun lagi...
Kapal menuju Kekaisaran Aurum sudah berlayar jauh.
Maka tibalah seorang murid baru yang menggemparkan Akademi Panoplia.
Sigrin Ebenkera.
Putri bos keluarga mafia terbesar dari Pulau Nifi, wilayah tanpa hukum yang terkenal.
"Aku tahu kau ingin menyembunyikan kekuatanmu, tapi jangan menekan ether-mu. Semua murid Panoplia harus melewati prosedur ini."
Permisi, aku memang tidak pernah menyembunyikan kekuatanku!
"Aku sudah memutuskan. Mulai sekarang aku akan menjadi anak buahmu selamanya."
Permisi, bukannya aku bilang kita berteman?!
"Luca Demuel!! Murid baru itu bilang dia datang untuk menantangmu bertarung!!"
Permisi, kapan aku pernah bilang begitu?! Aaaah!!!
Mampukah Sigrin, nona muda mafia yang bertubuh lemah dan sering sakit-sakitan, lulus dengan selamat dari Akademi Panoplia dan akhirnya hidup mandiri jauh dari keluarganya?