Felyn bertransmigrasi ke tubuh seorang bangsawan yang telah jatuh miskin dan mewarisi utang hingga jutaan.
Demi bertahan hidup, ia dihadapkan pada dua pilihan.
Menjadi pahlawan di dunia lain...
Atau mencari nafkah sebagai pria simpanan.
Dan ia memilih menjadi pria simpanan.
Felyn menyewakan dirinya kepada para nona bangsawan yang memiliki berbagai masalah psikologis. Ia memainkan peran sesuai keinginan mereka, merawat kehidupan mereka dengan sepenuh hati, sekaligus menjadi tempat mereka mencari dukungan emosional.
Bagi gadis dingin yang sulit didekati, ia adalah pengagum yang selalu setia.
Bagi ketua OSIS yang tampak sempurna, ia menjadi pelampiasan amarah.
Bagi pewaris dewa yang selalu bertindak rasional, ia berperan sebagai kekasih.
Bagi putri saudagar naga yang kaya raya, ia menjadi sang tuan.
Dan bagi seorang putri kerajaan, ia menjadi sosok kakak.
Kliennya juga mencakup seorang penyanyi terkenal, seorang penyihir, dan banyak wanita lainnya.
Yang diinginkan Felyn sebenarnya sangat sederhana.
Bekerja dengan baik, mengumpulkan cukup uang untuk membeli sebuah rumah besar, lalu mempekerjakan beberapa pelayan.
Begitu kontrak berakhir, ia berniat meninggalkan para nona bermasalah itu dan memulai hidup baru.
Namun ketika masa kontrak benar-benar usai, tak satu pun dari mereka rela melepaskannya.
Masing-masing ingin membawanya pulang dan memanjakannya.
Felyn berkata,
"Nona-nona, setelah kontrak selesai dan pembayaran lunas, hubungan kita juga berakhir. Jadi berhentilah mengaku cinta satu per satu... dan jangan berharap mendapatkanku secara cuma-cuma."