Di sebuah desa yang mengalami penurunan jumlah penduduk hingga akhirnya ditinggalkan selama bertahun-tahun, hiduplah seorang dewi rubah.
Televisi sudah lama tak lagi menampilkan gambar, baik melalui siaran digital maupun analog. Listrik pun telah lama padam. Baterai radio mungkin sudah habis sejak entah kapan. Meski peralatan rumah tangga masih dianggap sebagai tiga harta suci, sang dewi rubah tetap menjadi sosok yang tertinggal oleh zaman.
Namun, ia adalah seorang gadis dengan kecantikan luar biasa.
Dilihat dari kedudukannya, ia mungkin termasuk Kunitsukami, dewa bumi dalam kepercayaan kuno. Meski begitu, ia tetaplah seorang dewi.
Ia bahkan belum memiliki nama.
Suatu hari, sebuah gerbang dungeon tiba-tiba muncul tepat di bawah tempat tinggalnya.
Mengira itu adalah kutukan, sang dewi rubah langsung menghancurkan gerbang tersebut.
Tanpa ia sadari, itulah awal dari segala perubahan.
Inilah kisah Inari, sang dewi rubah yang tanpa sengaja melangkah ke dalam masyarakat modern.
Bukan masyarakat yang berubah karena kemajuan peradaban...
Melainkan dunia yang berubah total akibat kemunculan dungeon.