Bisa dibilang, sebagian besar hidup Takuto dihabiskan di dalam kamar rumah sakit.
Setiap hari dipenuhi berbagai pemeriksaan, dan hampir tidak ada waktu baginya untuk beristirahat.
Satu-satunya tempat di mana ia bisa menemukan keberadaan dan nilai dirinya adalah di dalam game simulasi terkenal berskala nasional, “Eternal Nations”.
Sebuah game yang menggunakan berbagai ras dan negara yang ada di dunia fantasi untuk menaklukkan dunia.
Ya, ia bangga karena berhasil menaklukkan tingkat kesulitan tertinggi dalam “Eternal Nations”, yang konon mustahil diselesaikan menggunakan “Mynoghra”, negara yang paling sulit dimainkan.
Di antara para pemain, ia dikenal sebagai legenda. Dan semua itu tidak lepas dari keberadaan seorang gadis yang berdiri di hadapannya—sebuah unit bernama Atou.
“Aku tidak tahu tempat ini di mana. Mungkin ini dunia ‘Eternal Nations’, mungkin juga dunia nyata tempat Takuto-sama berada, atau mungkin dunia yang sama sekali berbeda. Tapi, seperti dulu… mari kita mulai hanya berdua. Mari kita ciptakan kerajaan kita sendiri.”