"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana mereka menggunakan baja murni antikarat berkualitas terbaik untuk membuat peralatan makan dan kaleng, hanya untuk mengisinya dengan sedikit makanan, lalu membuangnya begitu saja setelah selesai digunakan."
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana mereka menggunakan raksasa baja setinggi gunung untuk melahap tanah dan bebatuan, menggali kota-kota bawah tanah hanya agar kereta baja mereka memiliki tempat untuk beristirahat."
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana mereka memasukkan bijih bercahaya ke dalam tungku bintang yang tak pernah padam, lalu memancarkan cahaya yang bahkan lebih terang daripada matahari."
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri semua hal yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata."
"Burung-burung besi mereka menutupi langit, kapal-kapal baja mereka memenuhi lautan, mesin perang mereka membelah bumi, dan para dewa mereka berjalan di atas dunia."
"Kalian pasti menganggapku gila."
"Tapi itu tidak penting."
"Karena... Ia sudah melihatmu."
——————
Minyak adalah darah-Nya.
Asap pekat adalah napas-Nya.
Bijih dan baja adalah santapan-Nya.
Ribuan kapal kargo yang berlabuh di pelabuhan adalah anak-anak-Nya.
Tulisan tempat asal yang tercetak di sudut setiap barang adalah ejekan sunyi-Nya.
Mereka mengaku hanyalah manusia biasa.
Anak muda, sebaiknya jangan membantah.
Kau harus mengerti.
Teknologi mereka berada di luar nalar.
Kapasitas produksi mereka tak terbayangkan.
Sekilas pandang terhadap hasil ciptaan mereka saja sudah cukup untuk membuatmu kehilangan kewarasan.
Semangat juang mereka bahkan melampaui para penyembah dewa kegelapan yang paling fanatik.
Lalu bagaimana kau berniat menghentikan mereka?
Dengan pedangmu?
Atau dengan daging dan darahmu?
Bersyukurlah... karena mereka masih menganggap diri mereka sebagai manusia.
——————
"Aku baru saja selesai membangun pabrikku, lalu sekarang kau bilang dunia ini berjalan berdasarkan kekuatan keyakinan?!"
"Tunggu... kalau begitu, sebenarnya benda apa yang baru saja kuciptakan?"