Pada awalnya, aku hanya ingin bertahan hidup.
Untuk itu, aku harus merebut kekuasaan.
Maka aku merebutnya.
Aku tidak punya pilihan selain meninggalkan sebagian hati nurani dan moralitas.
Kekuasaan yang kugenggam datang bersama tanggung jawab.
Dan untuk bertahan hidup, aku harus menunaikan tanggung jawab itu.
Mahkota di kepalaku terasa berat, dan jalan di depanku penuh duri.
Namun ketika aku sudah mampu memikul beratnya mahkota itu, dan telapak kakiku telah mengeras hingga berjalan di jalan berduri tak lagi terasa sakit—
Aku menjadi kaisar di dunia lain.
Tidak… aku menjadi kaisar dunia ini.