Takdir telah memilihnya untuk bertransmigrasi ke dunia sihir...
Namun yang terbangun justru adalah seorang penyihir.
Di dunia ini, para bangsawan berdarah murni telah menyempurnakan siklus hak istimewa berkat sihir.
Sejak lahir hingga mati...
Segalanya adalah milik mereka.
Padahal, sihir seharusnya seperti industri.
Diciptakan untuk melayani dunia.
Bukan menjadikan dunia seperti ini.
Seseorang pernah berkata,
"Sebagian orang hanya berharap hidup mereka sendiri menjadi lebih baik."
"Sebagian lainnya berharap semua orang dapat hidup sebaik diri mereka."
Dunia ini mungkin tidak peduli jika ada satu penyihir lagi.
Atau satu bangsawan lagi.
Namun rakyat biasa peduli.
Mereka membutuhkan seseorang yang mampu mengatakan kepada dunia ini...
Bahwa manusia biasa pun memiliki kekuatan!
Mesin uap!
Transportasi revolusioner!
Revolusi industri!
Perpaduan antara sihir dan industri!
Senapan!
Meriam!
Tank!
Armada perang!
Sejarah selalu bergerak maju di atas ujung pedang.
Dan martabat akan selamanya dipertahankan di atas baja.
Pertarungan antar sistem.
Senapan melawan sihir.
Meriam melawan para penyihir.
Burung-burung baja menguasai langit dan menyaingi naga.
Harimau baja bertarung melawan raksasa di daratan.
Ilmu pengetahuan melahirkan peradaban.
Armada laut melahirkan kekuasaan.
Dan api nuklir...
Adalah kebenaran yang paling mutlak.
"Aku memberikan perang kepada kalian...
...agar semua perang dapat diakhiri."
Dan jika memang harus ada seorang penguasa...
Mengapa bukan aku?
Demikianlah kata Mitia.