Dengan hati yang dipenuhi keraguan sekaligus harapan, Winnie akhirnya memberanikan diri menyatakan cinta kepada sahabat masa kecilnya, sang putri, di hadapan banyak orang.
Namun, yang ia terima hanyalah penolakan tanpa ampun.
Bunga mawar yang dibawanya diinjak hingga hancur, sementara sang putri pergi begitu saja tanpa menoleh.
Di tengah gelak tawa dan ejekan orang-orang, Winnie roboh dan kehilangan kesadaran.
Saat terbangun, kenangan dari kehidupan sebelumnya tiba-tiba kembali. Ia pun menyadari bahwa dirinya telah bertransmigrasi ke dalam sebuah game bertema yuri yang pernah ia mainkan.
"Baguslah. Paling tidak aku hanya karakter sampingan yang ditakdirkan merebut pasangan sang tokoh utama."
Namun, kenyataannya jauh lebih buruk.
Ia ternyata menjadi keturunan terakhir dari keluarga Santa yang telah runtuh, sosok tragis yang dihina semua orang, sama sekali tidak memiliki bakat sihir, dan ditakdirkan sebagai penjahat figuran.
Musuh-musuh yang menantinya adalah:
* Seorang jenius keturunan phoenix yang beregresi, mencintai sesama wanita, membenci pria hingga ke tulang, dan menyimpan dendam pribadi terhadapnya.
* Putri kerajaan sekaligus sahabat masa kecilnya, yang tingkat kesukaannya terhadap Winnie bahkan berada di bawah nol.
* Kaisar Wanita Ras Rubah yang menganggapnya tak lebih dari alat sekaligus mainan.
* Ratu Elf yang entah mengapa sangat membencinya.
* Putri Sulung Kekaisaran, mantan tunangannya.
Pada akhirnya, ia ditakdirkan dipenggal tepat di hadapan sang jenius phoenix dan sang putri yang saling berciuman.
Winnie hanya bisa mengeluh.
"Katanya transmigrasi itu menyenangkan. Menyenangkan apanya?! Di game yuri, laki-laki bahkan tidak punya hak untuk memilih pasangannya!"
Ia tahu betul bahwa sebagai NPC, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah menjadi lebih kuat.
Namun, mengapa saat membangkitkan garis keturunan keluarganya...
Ia justru berubah menjadi seorang gadis cantik?
Demi memperoleh kekuatan, ia hanya bisa menerimanya.
Ia memikul kembali tugas yang telah lama ditinggalkan keluarganya dan menjadi Santa yang baru, sosok yang menjadi pusat perhatian semua orang.
Masalahnya, para tokoh utama wanita itu justru ingin menjadikan sang Santa sebagai milik mereka.
"Santa... kau tidak ingin orang lain mengetahui rahasiamu, bukan~"
Sang jenius phoenix mengusap lembut bulu-bulunya sambil berbisik dengan senyum yang menggoda.