Setahun setelah ibu Celestia meninggal, ayahnya membawa pulang istri baru beserta putrinya.
Celestia sempat merasa lega, berpikir mereka bisa hidup rukun sebagai keluarga.
Namun, sikap saudari tirinya tiba-tiba berubah drastis.
"Karena aku adalah tokoh utama dunia ini!"
Saat Celestia masih kebingungan, saudari tirinya terus melontarkan berbagai ucapan yang mustahil untuk diabaikan.
Menurutnya, Celestia ditakdirkan mengalami masa depan yang mengerikan.
Pertunangannya akan dibatalkan.
Ayah yang sangat ia cintai akan meninggalkannya.
Ia akan bersikap lancang kepada keluarga kerajaan.
Dan pada akhirnya, hidupnya akan hancur.
Awalnya Celestia hanya menganggap semua itu sebagai delusi yang dibuat dengan cukup meyakinkan.
Namun perlahan, ia menyadari bahwa semua ucapan saudari tirinya mungkin benar.
Demi menghindari masa depan yang mengerikan itu, Celestia mengambil keputusan besar.
Ia akan berhenti menjadi seorang bangsawan.
Langkah pertamanya adalah menemui sang kakek yang merupakan seorang perwira militer.
Namun entah bagaimana, ia malah masuk ke akademi militer, lalu karena berbagai keadaan, resmi menjadi seorang prajurit.
Tanpa disadari, pangkatnya terus naik hingga mencapai Kolonel.
Bahkan ia memperoleh berbagai julukan yang terdengar mengerikan.
"Raja Kejam Benteng Perbatasan."
"Si Gila Perang."
Dan masih banyak lagi.
Rekan kerja serta bawahannya dipenuhi oleh anggota keluarga kerajaan dan para bangsawan.
Bahkan, entah mengapa, anggota kerajaan dari negara lain pun ikut berusaha bergabung dengannya.
Padahal ia hanya ingin berhenti menjadi bangsawan.
Namun lingkaran pergaulannya justru menjadi jauh lebih bergengsi dibandingkan sebelumnya.