"Siren", sebuah nama yang berasal dari makhluk kuno, digunakan untuk menyebut mereka yang mampu memikat, menggoda, mengendalikan, dan menyembuhkan orang lain melalui nyanyian.
Dipaksa menjalani hidup sebagai seorang siren, Aria telah mengalami, melihat, dan mendengar begitu banyak hal mengerikan. Jiwanya telah hancur tanpa bisa diperbaiki lagi, hingga akhirnya ia pasrah menanti kematian. Namun, saat itu...
Adipati Agung Lloyd Cardence Valentine datang dan berbisik,
"Haruskah kubunuh semua orang di sini?"
"Jika kau membutuhkan aku, panggillah saja. Nyanyianmu akan selalu sampai kepadaku, di mana pun kau berada."
Pada akhirnya, Aria memanggil sang iblis, membawa kematian bagi semua orang yang ada di tempat itu, termasuk dirinya sendiri.
"Mari kita jatuh ke neraka bersama."
Dan dengan itu, Aria mengembuskan napas terakhirnya... hanya untuk kembali ke dirinya yang berusia sepuluh tahun.
Kini, setelah mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, Aria bertekad mengubah takdirnya, sekaligus nasib tragis penyelamatnya, Adipati Agung Valentine.
Karena itu... Aria mengajukan sebuah pernikahan kontrak kepadanya.
Ia menjual jiwanya kepada sang iblis dan bersumpah akan melindunginya.
"Nikahilah aku."
Aria mengulurkan tangan dan menyerahkan kontrak itu kepadanya.
"Kita akan bercerai sepuluh tahun lagi..."
Adipati muda itu menerima kontrak dari tangannya.
"Kalau begitu, di mana aku harus membubuhkan segel?"
◇◇◇
"Kau bilang akan menceraikanku dalam waktu sepuluh tahun."
Sang villain yang kini telah dewasa membungkuk mendekat, lalu mengecup lembut puncak kepalanya.
"Sekarang kita sudah dewasa, jadi sudah waktunya membuat kontrak yang baru."