Lin Lixin bertransmigrasi ke Los Angeles pada tahun 1984.
Tahun itu, raksasa industri game Amerika Utara, Atari, mengalami kejatuhan.
Tahun itu pula, sang penantang baru, Nintendo, menggenggam Famicom dengan penuh ambisi.
Itulah masa tergelap dalam sejarah industri game.
Namun, bagi Lin Lixin, justru itulah kesempatan terbesar.
Dari Tetris hingga Minecraft.
Dari Civilization hingga Hearts of Iron.
Pada tahun itu, Lin Lixin menantang Nintendo secara langsung, menyingkirkan Sega, bahkan membuat Sony yang saat itu belum memasukiindustri game gemetar ketakutan.
"Di kartu namaku, aku adalah seorang pengembang game. Namun di dalam hatiku, aku akan selalu menjadi seorang gamer."