"Aku bersedia mempersembahkan jiwaku kepadamu, sebagai imbalan atas kekuatan untuk menegakkan keadilan."
Di hadapan takhta Penguasa Neraka, Evelia pernah mengucapkan kata-kata itu kepada Satan.
Setelah membayar pelajaran yang begitu mahal dengan nyawanya, ia akhirnya menyadari satu hal.
Jika benar-benar ingin menegakkan keadilan...
Satu-satunya orang yang bisa ia andalkan hanyalah dirinya sendiri.
Karena itu, ia rela menyerahkan jiwanya kepada Satan dan jatuh ke dalam kegelapan sebagai seorang iblis.
Hanya saja...
Kehidupan sebagai iblis ternyata jauh berbeda dari apa yang ia bayangkan.